Pemikiran Pierre Bourdieu Tentang Dominasi Maskulin dan Sumbangannya Bagi Agenda Pengarusutamaan Gender di Indonesia

Ita Musarrofa

Abstract


The awareness on oppression and injustice against women can enrich theorie . The theories raises different policies with Gender related issues . Pierre Bourdieu is one of the scholar who concerns with Gender Inequality. This French scientist, discovered a mechanism  called symbolic violence. This mechanism   forms of gender inequality eradication because it works invisibly through the knowledge and schemes of people's awareness. In dismantling the dominant mechanisms that gave rise to gender inequality, he involves the concept of habitus to further understanding, the occurrence of symbolic violence against women in the sex division of labor system existing in the social order of Qubail Algeria . In examining the labor system, Bourdieu focuses his studies on the use and meaning of symbols that legitimize the division of labor which is based on the  sex difference. His interpretation  on  Qubail community symbols contribute the efforts of  Indonesian mainstream gender analysis.


Keywords


Habitus; Symbolic Violence; Gender Mainstreamin.

Full Text:

PDF

References


Widodo, A. S. (2014). Pierre Bourdieu dan Maskulinitas, dalam mitrawacana.or.id/publikasi/opini/pierre-bourdieu-dan-maskulinitas

Takwin, B. (2006). ”Habitus: Perlengkapan dan Kerangka Panduan Gaya Hidup”, dalam Resistensi Gaya Hidup: Teori dan Realitas, Yogyakarta: Jalasutra.

Takwin, B. (t.t.). ”Proyek Intelektual Pierre Bourdieu: Melacak Asal-usul Masyarakat Melampaui Oposisi Biner dalam Ilmu Sosial”, dalam Richard Harker (ed.), (Habitus x Modal) + Ranah = Praktik: Pengantar Paling Komprehensif kepada Pemikiran Pierre Bourdieu, terj. Pipit Maizier, Yogyakarta: Jalasutra.

Fowler, B. (1997). Pierre Bourdieu and Cultural Theory: Critical Investigation, London, Thousand Oaks, New Delhi: Sage Publication.

Jenkins, R. (1992). Pierre Bourdieu: Keys Sociologist, London: Routledge.

Swartz, D. (1997). Culture and Power: The Sociology of Pierre Bourdieu, London: The University of Chicago Press.

Fasri, F. (2014). Pierre Bourdieu, Menyingkap Kuasa Simbol, Yogyakarta: Jalasutra.

Ritzer, G. dan Douglas J. G. (2011). Teori Sosiologi, dari Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmodern, terj. Nurhadi, Cet. 7, Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Haryatmoko. (2012). “Habitus dan Kapital dalam Strategi Kekuasaan, Teori Strukturasi Pierre Bourdieu dengan Orientasi Budaya”, Makalah, tidak diterbitkan, dipresentasikan dalam rangkaian pelatihan analisis sosial budaya Unit Kebudayaan Jawa Timur (UK2JT) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya.

Haryatmoko. (2003). “Menyingkap Kepalsuan Budaya Penguasa: Landasan Teoretis Gerakan Sosial Menurut Pierre Bourdieu”, dalam Majalah Basis Nomor 11-12, Nopember-Desember.

Field, J. (2003). Modal Sosial, Yogjakarta: Kreasi Wacana.

Fakih, M. (2002). Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi, Yogyakarta: Insist Press dan Pustaka Pelajar.

Fakih, M. (2003). Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Cet. 2, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mander, M. S. (1987). European Journal of Communication, (SAGE, London, Newbury Park, Beverly Hill, dan New Delhi), Vol. 2.

Grenfell, M. (2010). Pierre Bourdieu, Keys Concepts, Durham: Acumen Publishing Limited.

Adib, M. (2012). ‘Agen dan Struktur dalam Pandangan Pierre Bourdieu’, dalam jurnal Biokultur, vol 1. No. 2 Juli-Desember.

Krisdinanto, N. (2014). ‘Pierre Bourdieu: Sang Juru Damai’, dalam Jurnal Kanal, Vol. 2 No. 2, Maret.

Umar, N. (2001). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an, Cet.2, Jakarta: Paramadina.

Bourdieu, P. dan L. J. D. Wacquant. (1992). ‘The Purpose of Reflexive Sociology (The Chicago Workshop) dalam Pierre Bourdieu dan L.J.D. Wacquant (ed.), An Invitation to A Raflexive Sociology, Chicago: University of Chicago Press.

Bourdieu, P. (2011). Choses Dites: Uraian dan Pemikiran, terj. Ninik Rochani Sjams, Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Bourdieu, P. (2010). Dominasi Maskulin, diterj oleh: tephanus Aswar Herwinarko, Yogyakarta: Jalasutra.

Bourdieu, P. (1990). In Other Word: Essays Toward a Reflexive Sociology, Cambridge: Polity Press.

Bourdieu, P. (1977). Outline of a Theory of Practice, London: Cambridge University.

Harker, R. (1990). Cheelen Mahar, dan Chirs Wilkes, (Habitus x Modal) + Rana = Parktik, Pengantar Paling Komprehensif Kepada Pemikiran Pierre Bourdieu, Yogyakarta: Jalasutra.

Jenkins, R. (1992). Pierre Bourdieu, London dan New York: Routledge.

Rusdiarti, S. R. (2003). “Bahasa, Pertarungan Simbolik dan Kekuasaan”, dalam Majalah Basis Nomor 11-12, Nopember-Desember.

Saraswati, T. Pengarusutamaan Gender dalam Kebijakan Pembangunan, http://www.komnasperempuan.go.id/pengarusutamaan-gender-dalam-kebijakan-pembangunan/

Walby, S. (1990). Teorisasi Patriarkhi, diterj. Oleh Mustika K. Prasela, Yogyakarta: Jalasutra.

Wibowo, A. Gerakan Gender dalam Terali Budaya Pop dalam https://agus82.wordpress.com/2007/05/29/opini-gender/




DOI: http://dx.doi.org/10.15548/jk.v9i1.227

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


      

      

    

Free counters!

free hit counter

Creative Commons License
Kafa'ah: Journal of Gender Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright© 2019 - Kafa`ah: Journal of Gender Studies