Perempuan Pemecah Batu: Studi Terhadap Perempuan Pekerja Sebagai Pemecah Batu di Buluh Kasok Sungai Sariak Padang Pariaman

Yenita Yatim, Budi Juliardi

Abstract


In the household life, men are tasked to earn a living outside the home for the survival of domestic life. While women have the duty to take care of the household and raise the children (domestic function). Women have no obligation to earn a living. In Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, found women working as stone breakers are. The results of the study show that the factors that cause women in Sungai Sariak to do the job as stone breakers are: 1) Fulfillment of Household Economic Needs, 2) Helping to ease the husband's workload, 3) Filling of leisure, 4) Environmental Reason (social environment and natural environment)


Keywords


Gender, Women Workers and rock breaker

Full Text:

PDF

References


Aini, D. (2016). Strategi Penyeimbangan Peran Ganda Perempuan (Studi Kasus pada Proses Pengambilan Keputusan Perempuan Bekerja di Dusun Kaplingan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta). SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant, 5(2).

Arivia, G. (2011). Merebut Kembali Kendali Tubuh Perempuan. Dalam Jurnal Perempuan: Pemerkosaan Dan Kekuasaan, Edisi, 71, 85–107.

Astuti, A. W. W. (2013). Peran Ibu Rumah Tangga dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga (PhD Thesis). Universitas Negeri Semarang.

Baharits, A. H. S. (2007). Mendidik Anak laki-laki. Gema Insani.

Elizabeth, R. (2015). Peran ganda wanita tani dalam mencapai ketahanan pangan rumah tangga di pedesaan. Iptek Tanaman Pangan, 3(1).

Elizabeth, R. (2016). Pemberdayaan wanita mendukung strategi gender mainstreaming dalam kebijakan pembangunan pertanian di perdesaan. In Forum penelitian agro ekonomi (Vol. 25, pp. 126–135).

Fakih, M. (1995). Menggeser konsepsi gender dan transformasi sosial. Pustaka Pelajar.

Fakih, M. (1996a). Analisis gender. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fakih, M. (1996b). Gender Analysis and Social Transformation. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.

Fakih, M. (1996c). Gender sebagai alat analisis sosial. Dalam Jurnal Analisis Sosial Edisi, 4.

Fakih, M. (1996d). Posisi Kaum Perempuan dalam Islam Tinjauan dari Analisis Gender. Dalam Membincang Feminisme. Surabaya: Risalah Gusti.

Gunarsa, S. D. (1991). Psikologi praktis: anak, remaja dan keluarga. BPK Gunung Mulia.

Handayani, C. S., & Novianto, A. (2004a). Kuasa wanita jawa. LKIS PELANGI AKSARA.

Handayani, C. S., & Novianto, A. (2004b). Kuasa wanita jawa. LKIS PELANGI AKSARA.

Hanifah, N. (2014). Memahami penelitian tindakan kelas: teori dan aplikasinya. UPI Press.

Holzner, B. (1997). Gender and Social Security in Central and Eastern Europe and the Countries of the Former Soviet Union. ISS & NEDA, Den Haag.

Holzner, B. (2005). Two Is Enough. Family Planning in Indonesia under the New Order 1968-1998. Sojourn: Journal of Social Issues in Southeast Asia, 20(1), 100–104.

Holzner, B. M. (2016). Book review: Innocence and Victimhood: Gender, Nation, and Women’s Activism in Postwar Bosnia-Herzegovina. SAGE Publications Sage UK: London, England.

Horton, P. B. (1984). Sociology, edisi kelapan. Michigan McGraw-Hill. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia, Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, 1993. Sosiologi.

Ismail, N. (2003). Perempuan dalam pasungan: Bias laki-laki dalam penafsiran. PT LKiS Pelangi Aksara.

Istiyanto, S. B. (2007). Pentingnya Komunikasi Keluarga: Menelaah Posisi Ibu antara Menjadi Wanita Karir atau Penciptaan Keluarga Berkualitas. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 1(2).

Lubis, M. S. (2018). Metodologi penelitian. Deepublish.

Moore, A. J. (1990). The inheritance of social dominance, mating behaviour and attractiveness to mates in male Nauphoeta cinerea. Animal Behaviour, 39(2), 388–397.

Moore, B. J. (1988). Horizontalists and verticalists: the macroeconomics of credit money. Cambridge University Press.

Moore, H. L. (1988). Feminism and anthropology. U of Minnesota Press.

Moore, M. N., Allen, J. I., & Somerfield, P. J. (2006). Autophagy: role in surviving environmental stress. Marine Environmental Research, 62, S420–S425.

Muhammad, K. H. (2004). Islam agama ramah perempuan: Pembelaan Kiai pesantren. Fahmina Institute.

Narwoko, D., & Suyanto, B. (2006). Sosiologi Teks dan Pengantar Terapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Nauly, M. (2002). Konflik peran gender pada pria: teori dan pendekatan empirik. Konflik Peran Gender Pada Pria: Teori Dan Pendekatan Empirik.

Nugrahani, F., & Hum, M. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. Solo: Cakra Books.

Ratna, S., & Brigitte, H. (1997). Perempuan Kerja dan Perubahan Sosial. Jakarta. PT. Pustaka Utama Grafiti.

Sapatri, R., & Holzner, B. (1997). Perempuan dan kerja perubahan Sosial: Sebuah pengantar Studi Perempuan. Jakarta: Grafiti and Kalyanamitra.

Setyosari, H. P. (2016). Metode penelitian pendidikan & pengembangan. Prenada Media.

Suhardono, E. (2016). Teori Peran: Konsep, Derivasi dan Implikasinya. Gramedia Pustaka Utama.

Susilowati, S. P. (2006). Peranan Istri Nelayan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rumah Tangga Di Desa Kabongan Lor Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. (PhD Thesis). Universitas Negeri Semarang.




DOI: http://dx.doi.org/10.15548/jk.v8i2.213

Refbacks



                

Free counters!

free hit counter

Creative Commons License
Kafa'ah: Journal of Gender Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright© 2019 - Center for Study Gender and Child (PSGA) - All rights reserved